Silatnas Bank Sampah Indonesia, KLHK Minta Pemda DIY Perbaiki Kebijakan Terkait Persampahan

  • Bagikan
Peserta Silatnas
Peserta Silatnas

Sleman, (kupass.com)–Kementrian Lingkungan Hidup dan Republik Indonesia (KLHK RI) meminta agar Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta memperbaiki kebijakan pengelolaan persampahan. Seluruh pihak tak terkecuali Pemerintah harus bahu membahu menyelesaikan masalah sampah dari hulu hingga hilir.

Hal ini disampaikan oleh Tenaga Ahli Menteri KLHK RI Pramu Risanto ditemui dalam acara silaturahmi nasional (Silatnas) Bank Sampah seluruh Indonesia di Graha Kinasih Kaliurang, Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman pada Sabtu (04/12/2021).

“Taknologi dari berbagai negara dan lokal tidak putus – putus. Saya sudah dengar dan memberikan alternatif, tapi kembali lagi kepada Pemda apakah mau memanfaatkan itu, apakah dananya ada,”kata Pramu Risanto ditanya terkait masalah Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) di Piyungan, Kabupaten Bantul yang sudah overload.

Pria yang akrab disapa Ipam itu juga tak menampik bahwa masalah persampahan ini banyak mafia yang bermain. Namun demikian, permasalahan sampah khususnya di DIY dan Indonesia tersebut dapat terselesaikan melalui kegiatan yang dilakukan oleh Bank Sampah.

“Kita apresiasi mereka (Bank Sampah) melakukan ini (Silatnas) dengan mandiri, ini harus dipupuk.
Buang sampah pada tempatnya bukanlah moto yang “wah”. Saat ini yang harus dilakukan adalah pilahlah sampah dari rumah, pasti tidak akan terjadi penumpukan disana (TPAS),”tuturnya.

Menurut Ipam, penyelesaian masalah persampahan ini juga tidak hanya di Hilir saja. Namun yang lebih penting adalah bagaimana sampah terselesaikan sejak berada di Hulu.

“Sosialisasi harus dilakukan hingga tingkat RT. Penumpukan sampah akan berkurang secara signifikan bila dari rumah sudah ada pemilahan, sehingga teknologi apapun tidak akan terpakai jika mereka melakukan hal ini,”tandasnya.

Baca Juga:  Workshop Pengelolaan Sampah, Timdis Indonesia Beberkan Solusi Tuntas Tata Kelola Limbah Medis

Dikesempatan yang sama Anggota Dewan Pengawas Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (Adupi) Tuti Indawati berujar, Silatnas Bank Sampah Indonesia ini merupakan kegiatan yang sangat positif. Ajang ini disebutnya akan menambah pengetahuan dan wawasan terkait pengelola Bank Sampah di seluruh Indonesia.

“Ini merupakan ajang pertemuan yang membuat Bank Sampah lebih maju lagi. Kami (Adupi) sebagai mitra Pemerintah berharap agar stok (sampaj plastik) di berbagai wilayah dapat terserap dengan baik,”ujar Tuti.

Silatnas Bank Sampah
Silatnas Bank Sampah

Panitia Pengawas kegiatan Silatnas Bank Sampah Arif Solikhin menjelaskan bahwa, kegiatan ini diikuti oleh Bank Sampah di seluruh Indonesia. Tak hanya di pulau jawa, para peserta yag hadir dalam Silatnas juga berasal dari berbagai kota dan Pulau seperti Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera.

“Kami mengapresiasi semangat para peserta yang hadir, khususnya kawan kami yang berangkat dari Aceh hanya untuk mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Bank Sampah ini,”katanya.

Mewakili kepanitiaan Arif mengaku bahwa kegiatan Silatnas ini dilaksanakan yang kedua kalinya. Dia dan para praktisi persampahan lainnya berencana akan menggelar acara Silatnas ini rutin setiap tahun.

“Melalui Silatnas ini kawan – kawan kami dapat berbagi ilmu dan informasi bagaimana mengatasi permasalahan sampah di wilayah dan kearifan lokal disetiap daerah masing – masing,”pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.