Images (2)

Mutiara Nasihat Ramadhan, Pahala Puasa Yang Tak Terhingga

Gunungkidul, (kupass.com)–
Ingatlah puasa itu memiliki keistimewaan dibanding amalan lainnya. Amalan lainnya akan kembali untuk manusia yaitu dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan hingga lebih dari itu. Namun tidak untuk amalan puasa. Amalan tersebut, Allah khususkan untuk dirinya sehingga pahala puasa pun tak terhingga pahalanya.

Dari Abu Hurairah Rasulullah SAW bersabda :

“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipat-gandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untukku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karenaku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi. ” (HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151).

Pahala Puasa Yang Tak Terhingga

Setiap amalan akan dilipatgandakan sepuluh kebaikan hingga tujuh ratys kebaikan yang semisal. Kemudian dikecualikan amalan puasa. Amalan puasa tidaklah dilipatgandakan seperti tadi. Amalan puasa tidak dibatasi lipatan pahalanya. Amalan puasa akan dilipatgandakan oleh Allah hingga berlipat – lipat tanpa ada batasan bilangan.

Kenapa bisa demikian? Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan, “Karena orang yang menjalankan puasa berarti menjalankan kesabaran”. Mengenai ganjaran orang yang bersabar, Allah berfirman,

“Sesungguhnya hanya orang – orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az – Zumar : 10).

Sabar itu ada tiga macam yaitu (1) sabar dalam melakukan ketaatan kepada Allah, (2) sabar dalam meninggalkan yang haram, dan (3) sabar dalam menghadapi takdir yang tidak mengenakkan.

Ketiga macam bentuk sabar tersebut, semuanya terdapat dalam amalan puasa. Dalam puasa tentu saja di dalamnya ada bentuk melakukan ketaatan. Di dalamnya ada pula menjauhi hal-hal yang diharamkan. Begitu pula dalam puasa, seseorang berusaha bersabar dari hal-hal yang menyakitkan seperti rasa lapar dahaga dan lemahnya bada. Itulah mengapa amalan puasa bisa meraih pahala tak terhingga sebagaimana sabar.

Baca Juga:  Pemerintah Resmi Larang Mudik Lebaran Tahun Ini, Politikus PAN Desak Pemda Segera Rumuskan Kebijakan

Amalan Puasa Khusus Untuk Allah

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Allah berfirman (yang artinya), “Setiap amalan manusia adalah untuk nya kecuali puasa. Amalan puasa adalah untuk – Ku.

Riwayat ini menunjukkan bahwa setiap amalan adalah untuk manusia itu sendiri. Sedangkan amalan puasa, Allah khususkan untuk diri – Nya. Allah menyandarkan amalan tersebut untuk – Nya.

Kenapa Allah bisa menyadarkan amalan puasa untuk – Nya?

Pertama, karena di dalam puasa seseorang meninggalkan berbagai kesenangan dan berbagai syahwat. Hal ini tidak didapati dalam amalan lainnya. Dalam ibadah ihram (saat haji dan umrah) memang ada perintah meninggalkan Jima (berhubungan badan dengan istri) dan meninggalkan berbagai harum-haruman. Namun, bentuk kesenangan lain dalam ibadah ihram tidak ditinggalkan. Begitu pula dengan ibadah salat. Dalam shalat, kita dituntut untuk meninggalkan makan dan minum. Namun, itu terjadi dalam waktu yang singkat. Bahkan ketika hendak shalat, jika makanan telah terhidangkan dan kita merasa butuh pada makanan tersebut kita dianjurkan untuk menyantap makanan tadi dan boleh menunda shalat ketika dalam kondisi seperti itu.

Kedua, puasa adalah rahasia antara seorang hamba dengan Rabbnya yang tidak ada orang lain yang mengetahuinya. Amalan puasa berasal dari niat batin yang hanya Allah saja yang mengetahui dan dalam amalan puasa ini terdapat bentuk meninggalkan berbagai syahwat. Oleh karena itu Imam Ahmad dan selainnya mengatakan, ,”Dalam puasa sulit sekali terdapat riya’ (yaitu ingin dilihat atau dipuji oleh orang lain).”

Dari dua alasan inilah, Allah menyandarkan amalan puasa pada – Nya berbeda dengan amalan lainnya.

(Mutiara Nasihat Ramadhan/Rumasyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *