IMG 20210227 WA0042

Konggres PSSI Gunungkidul, Joko Pitoyo Singkirkan Demas Kursiswanto

Wonosari, (kupass.com)– Konggres PSSI Gunungkidul, Joko Pitoyo Singkirkan Demas Kursiswanto. Sempat tertunda sebanyak 3 kali lantaran pandemi Covid-19, Konggres Pemilihan Ketua Asosiasi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia PSSI Gunungkidul akhirya dilaksanakan pada Sabtu (27/02/2021). Agenda tunggal pemilihan Ketua itu dilaksanakan di Gedung DPRD Gunungkidul dan
diikuti oleh 63 perkumpulan di Askab PSSI.

Dalam proses pemilihan Ketua Askab PSSI itu Joko Pitoyo terpilih setelah mendapatkan suara lebih banyak dari pesaingnya yakni Demas Kursiswanto.

Ketua Pemilihan Ketua Askab Agus Mantara menyampaikan bahwa, konggres pemilihan Askab PSSI Gunungkidul tertunda sampai tiga kali karena situasi pandemi. Setelah melalui tahapan sesuai regulasi akhirnya Konggres dapat terlaksana dan diikuti oleh sejumlah 63 perkumpulan yag ada di Askab PSSI Gunungkidul.

“Pelaksanaan diawali pembukaan dilanjutkan persidangan yang dimulai dengan pengesahan agenda dan tata tertib konggres. Laporan pengurus Askab PSSI Gunungkidul periode 2016 – 2020,”ujar Ketua Karangtaruna Kabupaten Gunungkidul itu.

Baca Juga:  Hilang Konsentrasi Saat Mengendarai MX King, Mahmud Tabrakan Dengan Honda Astrea

Setelah proses laporan selesai maka dilanjutkan dengan penyampian hasil verifikasi bakal calon dengan meloloskan 2 calon Ketua yakni Demas Kursiswanto dan Joko Pitoyo. Setelah verifikasi calon maka panitia melakukan pengesahan verikasi voter.

“Akhirnya forum mengesahkan sebanyak 62 voter dari 63 perkumpulan yang terdaftar. Proses pemilihan dengan hasil akhir
Demas Kursiswanto mendapatkan 23 suara dan Joko Pitoyo 38 suara, sementara 1 suara dinyatakan gugur, “kata Agus.

Sementara itu pasca terpilih menjadi Ketua, Joko Pitoyo dalam sambutannya menyampaikan momentum kebangkitan sepakbola Gunungkidul yang bermartabat menjadi spirit bersama untuk gerakan perubahan. Gerakan itu aka dimulai dari tatakelola organisasi PSSI kabupaten Gunungkidul, sehingga menjadi pondasi kuat dalam membuat regulasi pembinaan sepakbola.

“Maka peran seluruh pihak sangat diperlukan terutama stekholder sepakbola di Gunungkidul,”kata Joko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *