Jadi Yang Terbaik Dalam Ajang Asian Youth Para Games, Atlet Disabilitas Asal Gunungkidul Sabet Medali Emas

  • Bagikan
Elsa Atlet Asal Gunungkidul
Elsa Atlet Asal Gunungkidul

Patuk, (kupass.com)–Rasa bahagia bercampur haru terpancar dari raut wajah Agus Purwanto warga Padukuhan Ngembes, Kalurahan Pengkok, Kapanewon Patuk, Gunungkidul. Kesabaran dan jirih payahnya dalam mendampingi putrinya bernama Elsa Dewi Saputri terbayar lunas.

Selama kurang lebih satu tahun tiga bulan, Agus selalu setia mengantarkan putrinya itu berlatih olahraga angkat berat di wilayah Kalurahan Logandeng, Kapanewon Playen. Meskipun seorang disabilitas, semangat Elsa untuk berprestasi tak bisa dipandang sebelah mata.

Latihan Elsa tersebut kemudian membuahkan prestasi bergengsi pada ajang Peparnas XVI Papua di kelas 86+ beberapa waktu lalu. Dia menyabet medali perak dalam ajang tingkat Nasional itu.

Puncaknya Elsa kembali menjadi yang terbaik usai meraih medali emas dalam ajang Asian Youth Para Games. Kejuaraan tingkat Internasional ini dilaksanakan pada Minggu (05/12/2021) di Khalifa Sports City Stadium, Isa Town, Bahrain.

Sebagai seoraang ayah Agus tak bisa menyembunyikan perasaan bangganya kepada sang anak. Kepada kupass.com Agus menjelaskan bahwa anaknya saat ini masih duduk d Kelas XII IPS SMA Negeri 1 Patuk.

Baca Juga:  ORARI Handayani Berkembang Menyongsong Generasi Milenial

“Saya dukung penuh. Saya anter jemput setiap hari selama latihan di Logandeng. Untuk kendala saat ini belum ada, hanya tempat latihan yang masih kurang luas,”katanya, Selasa (07/12/2021).

Lanjut Agus, semangat untuk meraih prestasi membanggakan ini tak lepas dari dukungan semua pihak tak terkecuali dari Pemerintah dan Bupati Gunungkidul Sunaryanta.

“Secara umum semua instansi mendukung. Ada reward untuk atlet berprestasi,”tuturnya.

Asisten pelatih angkat berat DIY, Untung Subagyo mengatakan Elsa yang turun di kelas +86 kg putri. Penampilan Elsa ini memukau dewan juri lantaran dia mejadi angkatan terbagus, pelajar bisa angkat 80 kg di usia yang masih di bawah 20 tahun.

Dia berujar bahwa penampilan Elsa membuat wasit tercengang lantaran biasanya event Youth ini angkatannya dibawah 50. Sementara Elsa berhasil menjadi angkatan tertinggi yakni dapat mengangkat 80 kg.

“Sejak awal memang atlet ini tidak dipersiapkan untuk ajang di kelas pemuda. Karena mereka selama ini berlatih untuk turun di ajang Peparnas yang memang lebih senior,”kata Untung.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.