Guru MTs Ini Sabet Medali Perak di Ajang PON XX Papua

  • Bagikan
Shella A Sanjaya Jaket Biru
Shella A Sanjaya Jaket Biru

Wonosari, (kupass.com)–
Shella Abdillah Sunjaya berhasil menyabet medali perak dalam ajang Pon XX Papua tahun 2021. Shella yang berprofesi sebagai Guru di MTs N 3 Gunungkidul itu meraih medali perak di Cabang Olahraga Sambo. Olahraga Sambo sendiri merupakan seni bela diri yang dikembangkan dan berasal dari Negara Uni Soviet.

Shella merupakan wanita berusia 31 tahun asli Gunungkidul. Dia berdomisili di Padukuhan Semanu Utara, Kalurahan Semanu, Kapanewon Semanu. Dalam ajang Pon XX Papua tahun 2021 ini menjadi pengalaman yang sangat penting baginya.

Raihan medali perak itu disebut menjadi semangat tersendiri untuk kebangkitan olahraga Sambo khususnya di Kabupaten Gunungkidul. Keberhasilannya memperoleh medali itu dikatakan Shella tak lepas dari latihan rutin dan dukungan berbagai pihak.

“Saya optimis kedepan Sambo di Gunungkidul lebih baik dan dapat meraih prestasi di ajang – ajang olahraga tingkat lokal maupun Nasional,”ungkapnya, Senin (11/10/2021).

Ketua Perkumpulan Sambo Indonesia (Persambi) Kabupaten Gunungkidul Heri Listyantoro mengapresiasi atas prestasi anggota olahraga Sambo Gunungkidul itu. Menurut Heri, perwakilan dari Gunungkidul di ajang Pon XX Papua telah memberikan yang terbaik. Jauh – jauh hari sebelum bertanding pada Jumat (09/10/2021), atlet Sambo dari Gunungkidul itu telah mempersiapkan diri dengan matang.

Baca Juga:  Sambut Porda XXVI Tahun 2022, Koni Dirikan Puslatkab

“Latihan hampir satu setengah bulan. Dan hasilnya maksimal, kami sebagai pengurus sangat mengapresiasi,”kata Heri.

Lanjut Heri Listyantoro, melihat secara langsung petarung tingkat nasional merupakan kesempatan yang sangat berharga melebihi mendali yang diperoleh lewat pertandingan Eksibisi itu.

“Terutama ketika daerah lain menurunkan mayoritas Atlit seniornya, jebolan Sea Games maupun kejuaran international Sambo. Kita semakin paham peta dan pola yang ada di Sambo, kombinasi dan modifikasi Judo, Gulat dan Jujitsu,”imbuhnya.

Dia meyakini hasil yang diraih saat ini dapat menjadi fondasi membangun tim Atlit yang kuat baik Litbang dan Binpres.

“Kita akan godok formula yang Pas, agar Atlit – atlit Kabupaten dan Kota makin jago hingga bisa bersaing level international,”tandasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *