Gampang – gampang Susah Menjadi Seniman, Semangat Berkarya Dan Kreatifitas Tetap Membara

  • Bagikan
Taufik Hendriawan
Taufik Hendriawan

Gedangsari, (kupass.com)–Kreatif dan Inovatif merupakan sesuatu yang harus dimiliki oleh seorang Seniman. Seniman biasanya menciptakan berbagai karya kreatif hasil dari pemikirannya yang panjang dan sarat akan nilai-nilai estetik. Dalam menciptakan karya, seorang Seniman akan mengandalkan imajinasi dan bakatnya.

Namun demikian berprilofesi sebagai seorang Seniman disebut gampang – gampang susah. Bahkan ada yang menyebut menjadi Seniman itu hasilnya tidak bisa menjanjikan.

Hal ini diungkapkan oleh Taufik Hendriawan warga Padukuhan Wareng, Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari. Pemuda berusia 21 tahun itu merupakan seorang seniman lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Malinda, Taufik Hendriawan & Mike Ika
Malinda, Taufik Hendriawan & Mike Ika

“Saya suka melukis itu sejak dari kecil. Dan saat ini saya bergabung dengan komunitas seni rupa Forum Perupa Gunungkidul (FPG) sekitar tahun 2020 lalu,”terangnya.

Taufik menceritakan bahwa lukisan yang sering digarap dan disukainya adalah Wayang Kulit. Meskipun sedikit rumit, baginya melukis wayang disebut mempunyai tantangan tersendiri dan lebih menarik.

Baca Juga:  Ditinggal Ngarit, Motor Wakijan Digasak Maling

“Wayang kulit itu ada ceritanya yang penuh makna,”katanya.

Berbagai lukisan hasil karyanya sering dipajang dalam acara pameran FPG di event – event tertentu. Meskipun menjadi seorang seniman tidak bisa dijadikan sebagai sumber utama mencari penghasilan, namun kegiatan kesenian disebutnya lebih positif dan bermanfaat.

“Walaupuk susah – susah gampang namun semangat dan kreatifitas tetap membara. Waktu jangan sampai dihabiskan dengan aktifitas nongkrong atau main game, namun harus dimanfaatkan dengan kegiatan yang positif, “terangnya.

Tak hanya fokus pada bidang seni lukis, pria kelahiran 06 Februari tahun 2000 itu juga menggeluti seni peran. Taufik sering mengikuti pentas seni Kethoprak yang diselenggarakan di wilayah Kalurahannya.

Penulis : Malinda & Mike Ika Nafita (Mahasiswa STAIYO Program Studi PAI Smester 5)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *