Mengupas Penanganan Stressor Pada Ibu Rumah Tangga

Mahasiswa Mercu Buana Dan Sejumlah Ini Rumah Tangga
Mahasiswa Mercu Buana Dan Sejumlah Ini Rumah Tangga

Bantul, (kupass.com)–Mahasiswa Universitas Mercu Buana Yogyakarta peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XLI Kelompok 13 berkolaborasi dengan padukuhan Manding mulai dilaksanakan pada hari Minggu, 31 Juli 2022. Penerjunan kali ini diharapkan pemangku kepentingan dan mahasiswa dapat bekerjasama dengan baik untuk membentuk solidaritas , kekeluargaan, dan mencapai tujuan dari program kerja KKN – PPM yakni untuk mengembangkan dan pemberdayaan UMKM di lingkungan Padukuhan Manding.

Koordinator Mahasiswa KKN Aweik Binda mengatakan bahwa, mengawali program kerja KKN PPM kelompok 13 melakukan sosialisasi tentang Mengenal Stressor Pada Ibu Rumah Tangga dan Cara Penanganannya. Selain itu mahasiswa juga memberikan latihan relaksasi dan Self Hypnosis. Kegiatan ini dilakukan di Padukuhan Manding, Kapanewon Bantul Kabupaten Bantul ini dilaksanakan pada hari Senin, 01 Agustus 2022 lalu.

“Program kerja ini sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap tingkat stressor ibu rumah tangga, kata Maya selaku ketua kelompok 13,”katanya.

Dalam kegiatan ini timnya mengajak para ibu rumah tangga untuk berkumpul dan mendengarkan mahasiswa memberikan sosialisasi melalui presentasi. Stress merupakan reaksi alamiah tubuh untuk menanggapi tantangan fisik dan/atau emosional. Keadaan atau kejadian positif dan negatif dalam diri, keduanya dapat memicu terhadap munculnya stress. Stress sendiri ada 2 jenis, yakni Eustress dan Distress. Eustress dapat diartikan sebagai stress yang menguntungkan baik dari sisi psikologis, fisik atau radiologis, yang memiliki dampak seperti menghasilkan energi produktif, meningkatkan focus dan motivasi. Sedangkan Distress merupakan kebalikan dari Eustress yang mana stress yang bersifat negatif dan merugikan orang yang mengalaminya.

“Dampak yang dialami setiap orang bermacam-macam, seperti menimbulkan rasa tidak tenang, cemas, mengurangi focus, menurunkan performa, mengarah pada problem fisik dan mental,”ujarnya.

Dampak negatif dari Distress dapat diminimalkan dengan latihan relaksasi dan Self Hypnosis. Relaksasi adalah teknik untuk mencapai kondisi rileks. Relaksasi adalah salah satu cara termudah untuk meningkatkan kesehatan dan vitalitas. Tanpa relaksasi yang teratur, tingkat stres dapat merayap ke tingkat yang sangat tinggi yang berdampak negatif pada kesehatan. Praktik relaksasi idealnya menyisihkan waktu setiap hari.

“Ada 10 manfaat relaksasi bagi Kesehatan, yakni meningkatkan konsentrasi, pencernaan, aliran darah, mengurangi kemarahan dan frustasi,”imbuhnya.

Sementara itu manfaat lainnya dijelaskan Awiek yakni, menurunkan tekanan darahn, meurunkan risiko stroke, mendukung kesejahteraan emosional, mengurangi kelelahan, megurangi peradangan dan memperlambat denyut jantung.

“Hipnosis, yang juga dikenal sebagai hipnoterapi, adalah suatu teknik terapi yang akan membuat Anda berada dalam keadaan rileks dan tenang agar bisa lebih fokus dan berkonsentrasi dengan pikiran Anda sendiri. Secara sederhana, hipnosis adalah suatu keadaan di mana seseorang fokus atau berkonsentrasi penuh, sehingga meningkatkan kemampuan menerima sugesti,”kata dia.

Hipnosis juga sering diasosiasikan dengan keadaan tenang atau rileks. Self hypnosis adalah hipnotis yang dilakukan secara alami oleh diri sendiri, semacam mensugesti diri sendiri. Realitanya, setiap individu dapat melakukan proses hipnotis secara mandiri sebanyak minimal dua kali sehari. Pertama, saat bangun tidur di pagi hari, dan kedua, saat ingin beranjak tidur.

“Adapun dampak positif pada Self hypnosis antara lain meningkatnya Neurokimia membantu seperti serotonin, yang mengontrol suasana hati (seperti kebahagiaan). Sirkulasi yang meningkat dan panas tubuh.

Anda mungkin akan merasa sangat hangat setelah rileks. Hal ini karena peningkatan sirkulasi yang disebabkan oleh kurangnya ketegangan pada otot. Anda bahkan mungkin merasa panas di kaki yang umumnya dingin, seperti tangan atau kaki. Meningkatnya kestabilan emosi , meningkatnya energy, meningkatnya memori dan pikiran terorganisir.

“Setelah melakukan sosialisasi tersebut, diharapkan ibu-ibu rumah tangga dapat mengatasi Stressor dan Cara Penanganannya, harapan kami semoga kegiatan ini bermanfaat dan dapat diterakan dimanapun berada,”pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *