Pelaku Cetak Upal Mengaku Dendam Karena Tertipu Penggandaan Uang

  • Bagikan
IMG 20210114 111611
IMG 20210114 111611

Semin, (kupass.com)–Dendam karena pernah tertipu penggandaan uang oleh temannya jadi motif pelaku A (30) mencetak uang palsu menggunakan alat print. Pelaku yang merupakan warga Kepanewon Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo itu mengaku jadi korban penipuan oleh temannya sendiri yakni Ed.

Kepada wartawan A menceritakan perkenalannya dengan Ed saat dia masih menjadi karyawan warung soto di kawasan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Ed sering mampir dan berkunjung ke warung soto dimana A bekerja. Dari pengakuan pelaku, Ed kemudian menawarkan penggandaan uang kepadanya dimana A disuruh untuk mentransfer uang sejumlah Rp 14 juta.

“Dari jumlah tersebut katanya akan menjadi sebanyak Rp 30 juta,”terang pelaku, Jumat (15/01/2021).

Menurut A setelah ditransfer kemudian temannya bernama Ed memberikan uang tersebut dengan cara cash disuatu tempat. Uang yang ternyata adalah mainan itu dibungkus kefalam plastik putih dan tidak boleh dibuka sebelum sampai rumah. Setelah sampai rumah dan dibuka pelaku baru sadar bahwa menjadi korban penipuan.

Baca Juga:  Bacok Korban Dibagian Perut, Dua Begal Diringkus Polisi

“Saya mencetak uang paslu ini karena dendam ingin membalas pelaku. Uang ini rencananya akan saya kembalikan, “katanya.

Sementara itu Kapolsek Semin AKP Arif Heriyanto menyatakan masih akan mendalami pengakuan dari pelaku. Walaupun menurut pengakuannya motif mencetak uang palsu berlatar belakang dendam, tetapi penyidik tidak percaya begitu saja.

“Ini masih kita gali keterangan dan bukti – buktinya, apakah benar pengakuannya seperti itu. Kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, “kata Kapolsek.

Menurut Arif pelaku dijerat dengan
Pasal 26 ayat (1) (2) UURI No 7 tahun 2011 tentang Mata Uang Yo pasal 244 ayat (1) KUHP ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun.

Diketahui sebelumnya Unit Reskrim Polsek menangkap A (30) warga Kepanewon Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo di wilayah Kalurahan Candirejo Kepanewon Semin pada Selasa (12/01/2021). Penangkapan tersebut atas dasar laporan masyarakat bahwa A melakukan aktivitas mencetak uang palsu di rumah salah satu temannya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *