Penjualan Menurun Drastis, Himpunan Pengusaha Pertashop Curhat Ke Bupati

Bupati (tengah) & Pengusaha Pertashop
Bupati (tengah) & Pengusaha Pertashop

Wonosari, (kupass.com)–Himpunan Pertashop Merah Putih Indonesia Gunungkidul melakukan audiensi dengan Bupati Gunungkidul Sunaryanta beberapa waktu lalu. Mereka mencurahkan isi hatinya dan mengeluh lantaran dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang membuat omzet Pertashop menurun sangat drastis.

Hal ini disampaikan oleh perwakilan Himpunan Pengusaha Pertashop Setya Prapanca. Pihaknya meminta agar Pemerintah Kabupaten Gunungkidul membantu kelancaran dan percepatan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Dampak kenaikan harga BBM disebut Setya menurunkan penjualan hingga 80 persen.

“Kami juga meminta agar ditertibkan para pedagang karena sudah dikeluarkannya edaran dari Disperindag mengenai larangan penjualan eceran BBM subsidi Pertalite,”terang pengusaha Pertashop Kalurahan Natah, Kapanewon Nglipar itu, Sabtu, (17/12/2022).

Selai itu pihaknya meminta agar dilakukan pemerataan pembangunan di Gunungkidul khususnya zona Utara agar area yang penjualan Pertashopnya sepi dapat turut ramai dan terdongkrak penjualannya.

“Kami telah meminta saran dan bimbingan menyangkut kondisi Pertashop yang sepi sehingga tidak dapat menutup gaji pegawai dan biaya operasional lainnya,”imbuhnya.

Menanggapi apa yang menjadi keluhan pengusaha pertashop, Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengaku sudah berkomitmen mengutamakan kelancaran dan kemudahan sistem. Jika nantinya ditemukan penyelewengan dalam perizinan atau kelambanan dalam proses pihaknya meminta agar segera melakukan pengaduan

“Kami pasti akan langsung menindak dan melakukan perbaikan. Sudah terbukti dengan peneguran terhadap petugas tera beberapa waktu lalu,”terangnya.

Bupati juga berpendapat bahwa Pertashop memang sebaiknya menjual Pertalite, bukan Pertamax. Hal ini dilakukan untuk mendekatkan produk BBM yang lebih terjangkau oleh warga perdesaan yang ekonominya belum mampu membeli Pertamax.

“Pertashop berada di desa-desa sehingga konsumennya kebanyakan roda dua dan dari ekonomi kurang mampu, maka Pertalite lebih tepat dijual di Pertashop. Keluhan ini akan disampaikan kepada SBM setempat,”tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *