Pemuda Asal Gunungkidul Ini Maju Lomba Tingkat Nasional Berkat Kepiawaiannya Jadi Petani Modern

Fahid Nurrarosyid
Fahid Nurrarosyid

Wonosari, (kupass.com)–Seorang pemuda bernama Fahid Nurarrosyid, warga Padukuhan Besari, Kalurahan Siraman, Kapanewon Wonosari maju dalam lomba inovasi pertanian tingkat Nasional. Berkat kegigihannya berkecimpung dalam dunia pertanian tradisional dan modern, Fahid menjadi satu-satunya pemuda yang mewakili DIY dalam ajang bergengsi itu.

Sejak 3 tahun belakangan ini, pemuda ini sudah banyak menghabiskan waktunya belajar tentang ilmu pertanian. Meskipun kerap mengalami kegagalan dalam bertani, Fahid tak pernah menyerah. Kegagalannya itu menjadi motivasi untuk terus mengembangkan diri dan meraih kesuksesan.

Kepada wartawan Fahid menceritakan bahwa dia terpilih mewakili Gunungkidul dan DIY dalam lomba tersebut berawal dari keikutsertaannya pada lomba petani milenial tingkat provinsi. Gabus bersaing dengan puluhan petani muda dari berbagai daerah kabupaten di DIY setahun yang lalu.

“Saya ditunjuk oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul sekitar tahun 2021 lalu,”katanya, Senin (20/06/2022).

Dadi ajang lomba tersebut Fahid kemudian terpilih sebagai salah satu peserta terbaik sehingga berhak mengikuti lomba di tingkat Nasional. Dia bakal kembali bersaing dengan petani muda dari sejumlah 34 provinsi yang ada di Indonesia.

Kecintaannya terhadap dunia pertanian ini membuat Fahid berhasil menerapkan teknologi modern untuk memaksimalkan hasil panen. Teknologi modern yang diterapkan yakni penggunaan sistem rorak dengan membuat bak tampung terintegrasi untuk mengantisipasi lahan banjir dikala musim penghujan.

Fahid juga sudah menerapkan manajemen pertanian sehingga selama proses produksi biaya-biaya yang dikeluarkan dapat tercatat dengan baik. Menurut Fahid data keuangan sangat membantu petani dalam mengkalkulasi laba dan rugi.

“Banyak keuntungan yang bisa didapatkan kalau petani mencatatkan semua transaksi atau biaya yang dikeluarkan selama proses tanam hingga panen. Salah satunya agar kita tahu berapa biaya yang dikeluarkan dan juga untuk menekan modal,”imbuhnya.

Dia akan berangkat ke Ibukota Jakarta untuk berlomba bersama puluhan petani muda lainnya pada bulan September 2022 mendatang. Meski begitu, ia tidak ingin menjadikan lomba tersebut sebagai fokus. Ia lebih senang jika bisa berbagi ilmu untuk petani-petani lainnya.

“Berjalan saja, tidak ada persiapan yang cukup serius. Saat ini saya lebih sibuk mengurus lahan sama memberikan pelatihan,”pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *