Panen Perdana Kedelai di Penghujung Tahun, Dukung Untuk Kebutuhan Pangan Warga Gunungkidul

Panen Raya Kedelai
Panen Raya Kedelai

Playen, (kupass.com)–Kelompok Tani Sido Maju padukuhan Sawahan Kalurahan Bleberan, Kapanewon Playen melaksanakan panen kedelai varietas Dega di musim hujan (2022/2023). Panen dilaksanakan di bulak sawahan Gayamrejo Bleberan di lahan seluas 5 hektar.

Ketua Gapoktan Sido Maju Sumari menjelaskan bahwa keseluruhan kedelai di Bleberan mencapai 40 hektar di musim tanam saat ini. Dia mengklaim bahwa penanaman kedelai di musim hujan di wilayahnya tidak banyak menjumpai masalah terutama pasca panen.

“Poktan sudah mempunyai alat pengering berupa UV Dryer yaitu alat pengering plastik ultra violet, yang digunakan 3 hari penjemuran sehingga kedelai cepat kering dan siap diproses baik untuk konsumsi atau untuk benih,”terangnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Rismiyadi menyampaikan, saat ini merupakan panen perdana kedelai untuk musim tanam di Gunungkidul. Nantinya setelah ini akan terus panen hingga mencapai 380 ha sampai awal Januari dan ditambah yang akan panen di Febuari 317 hektar.

“Dari hasil penanaman Desember 2022 secara tumpang sisip sebelum tanaman jagung panen. Panen di penghujung tahun ini harapannya akan ikut mendukung kebutuhan kedelai di Gunungkidul,”imbuhnya.

Sementara untuk harga, menurutnya sangat bagus sehingga diharapkan kedepan para petani antusias menanam kedelai. Di tahun 2023 direncanakan penanaman kedelai seluas 5.400 Ha dan masih menerima tambahan calon petani yang berkeinginan menanam kedele, kalau memungkinkan bisa dicapai 11.000 Ha.

“Untuk pengembangan kedelai di tahun 2023 yaitu kedelainreguler dan korporasi. Untuk pengembangan kedele korporasi menggunakan sistem modern yaitu Precision Agriculture dengan dukungan alat mesin modern seperti mesin Colour Shooter untuk pasca panen sehingga bisa langsung memisahkan kedele jelek dan bagus lewat pembeda warna,”terang Rismiyadi.

Pihaknya berharap Gunungkidul bisa menjalankan Kedelai Korporasi seluas 100 ha disamping kedelai reguler yang 5400 Ha, selain itu sebagai sentra kedele dirinya meminta alokasi kedele di Gunungkidul paling tidak 11.000 ha dengan memanfaatkan kawasan lahan hutan sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *