Meskipun Tidak Menular Pada Manusia, Dinas Minta Hewan Terinfeksi PMK Agar Dimusnahkan

Foto Istimewa
Foto Istimewa

Wonosari, (kupass.com)–Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gunungkidul Wibawanti Wulandari menghimbau kepada warga masyarakat agar tidak mengkonsumsi hewan ternak yang diketahui positif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Meskipun tidak menular pada manusia, hewan yang terkena PMK lebih baik dimusnahkan.

“Yang berbahaya itu proses penyembelihannya karena virusnya bisa menyebar kemana-mana. Anjurannya memang dimusnahkan,”kata Wibawanti, Selasa (0705/2022).

PMK sendiri menurut Wibawanti memang berbeda dengan penyakit Antrax yang beberapa waktu lalu juga sempat menghebohkan Kabupaten Gunungkidul. Antrax sendiri berasal dari bakteri yang dapat hidup puluhan tahun dan dapat menular ke manusia menyebabkan kulit gatal dan gosong.

“Kalau PMK berasal dari virus. Ciri-cirinya hewan yang kena PMK yakni suhu badannya panas demam, bagian mulut sariawan sampai ke hidung juga kaki dan kukunya,”katanya.

Hingga Selasa (07/05/2022) lanjut Wibawanti terdapat 118 hewan ternak di Gunungkidul yang suspect PMK. Dari jumlah tersebut 22 diantaranya positif. BBVet sendiri tidak akan kembali melakukan tes bagi hewan ternak yang suspect. Sehingga hewan suspect PMK tetap mendapatkan perawatan yang sama.

“Dari jumlah tersebut ada satu yang mati, saya tidak akan menyebut asalnya karena ini akan meresahkan masyarakat, yang jelas ternak mati tersebut masih berusia lima hari,” kata dia.

Atas peristiwa merebaknya PMK ia meminta para peternak dan penjual ternak untuk bersabar. Utamanya seiring dengan ditutupnya pasar hewan.

“Penutupan sendiri agar tidak menyebar dan juga penanganannya lebih cepat,” terang Wibawanti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *