Latih Petani Kendalikan Gulma Tanaman, Alsiter Beberkan Tata Cara Penggunaan Herbisida Dengan Benar

  • Bagikan
Pelatihan Alsiter
Pelatihan Alsiter

Wonosari,(kupass.com)–Aliansi Strewardship Herbisida Terbatas (Alsiter) Indonesia menggelar pelatihan praktis bagi petani soal penggunaan Herbisida terbatas bagi ratusan petani Gunungkidul, Rabu (15/12/2021). Pelatihan ini bekerjasama dengan Dinas Pertanian Dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul serta dihadiri Penyuluh Pertanian.

Ketua pusat Alishter Indonesia Mulyadi mengatakan bahwa, penggunaan Herbisida atau obat kimia pengendali gulma atau rumput liar ini sering dilakukan oleh petani. Namun demikiam jika penggunaannya sembarangan justru akan berdampak negatif dan merugikan para petani.

“Penggunaan racun tanaman ini jika aplikasinya tidak sesuai aturan akan bisa berdampak buruk bagi lingkungan maupun bagi kesehatan para petani. Kami memberikan pelatihan praktis bagi petani terkait penggunaan Herbisida terbatas. Diharapkan pelatihan ini dapat bermanfaat sesuai tujuan diproduksi,”ujarnya, (16/12/2021).

Pelatihan ini menghadirkan sekitar 100 lebih petani yang berada di Kabupaten Gunungkidul. Karena telah bekerjasama dengan DPP Gunungkidul, seluruh Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) pertanian turut dihadirkan dalam kesempatan ini.

“PPL ini kan bersentuhan langsung dengan kelompok tani di lapangan,”ucapnya.

Dia menambahkan bahwa Alishter Indonesia dibentuk pada Juni tahun 2019 lalu. Alsiter mempunyai tugas pokok memberikan pelatihan dan penyuluhan terkait dampak positif dan negatif penggunaan Herbisida terbatas dalam pengendalian rumput dan gulma.

Baca Juga:  Respon Kapolri Potong Kepala, Kapolres Gunungkidul Bakal Tindak Tegas Anggota Yang Coreng Nama Baik Istitusi

“Kalau tidak sesuai aturan dapat berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan petani itu sendiri,”imbuhnya.

Herbisida sendiri menurut Mulyadi diproduksi berbahan baku Paracloud Hiclorida. Terdapat sejumlah 100 lebih merk produk dari berbagai perusahaan di Indonesia. Fungsi Herbisida tersebut dikatakan Mulyadi dapat dipergunakan untuk pengendalian rumput pengganggu tanaman produksi.

“Program pelatihan ini menyasar para kelompok tani di 230 Kabupaten se – Indonesia,”tandasnya.

Petugas dari Kementrian Perindustrian, Diirektorat Industri Hulu Tri Ligayanti mengatakan bahwa, pestisida dalam dunia pertanian bisa diklasifikasikan menjadi tiga, yakni
pestisida umum, pestisida terbatas, dan pestisida berbahaya yang dilarang penggunaanya.

“Herbisida ini masuk dalam kategori pestisida
pestisida terbatas, dan dalam penggunaanya para petani memang harus ada pelatihan,”katanya.

Lantaran berbahan kimia, maka perusahaan yang memproduksi garus mendaftarkan ke Kementrian Pertanian terlebih dahulu. Selain itu bahan kimia ini harus melalui berbagai tahapan uji produk, sampai bisa dikatakan aman untuk digunakan.

“Penggunaannya juga harus sesuai aturan, karena jika ngawur nanti ada dampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan, terutama resistensi di produk pangan,”tuturnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *