Kreatif, Kelompok Wanita Legundi Manfaatkan Limbah Kertas Jadi Bahan Membatik

Kelompok Wanita Kampung Legundi
Kelompok Wanita Kampung Legundi

Panggang,(Kupass.com)–Sebuah kelompok wanita yang berada di Padukuhan Legundi, Kalurahan Girimulyo , Kapanewon Panggang, memanfaatkan limbah kertas untuk dijadikan bahan baku membatik. Ide kreatif ini muncul
usai mereka mengikuti pelatihan cara membatik di Kota Yogyakarta beberapa waktu lalu. Kelompok Wanita Kampung Batik Legundi tersebut berdiri sejak 4 bulan yang lalu atau tepatnya Oktober 2021 kemarin.

Ketua kelompok Kampung Batik Legundi Eka Yuliyanti (29) mengatakan, kegiatan yang mereka lakukan saat ini adalah kegiatan membatik dengan memanfaatkan limbah kertas.

“Kami mengikuti pelatihan selama 4 hari di Yogyakarta. Disitu kami diberikan ilmu untuk memanfaatkan limbah kertas bungkus rokok, hingga limbah kertas bekas foto copy,” jelasnya Kamis, (13/01/2022).

Setelah mengikuti pelatihan dia bersama anggota kelompok yang beranggotakan 9 orang ini mencoba mempraktekkan membatik diatas kain dengan hasil yang cukup bagus. Kelompoknya wanita ini lantas mengembangkan kegiatan membatik serta memasarkannya hasil karyanya itu.
Menurut Eka, setelah berhasil berkarya kelompoknya mendapatkan pesanan dari Pemerintah Kalurahan setempat sebanyak 200 PCS. Eka menjual setiap Pcs / Lembar Batik dengan ukuran 1×2 meter seharga 125 ribu sampai 150 ribu.

“Alhamdulillah kami kemarin mendapat pesanan dari Kalurahan sebanyak 200 lembar kian Batik dan belum lama selesai,” ujarnya.

Selain mendapat pesanan dari Kalurahan, Kelompoknya juga mendapatkan pesanan puluhan PCS dari Yogyakarta dan Wilayah Gunungkidul. Hal ini yang kemudian membuat para perempuan tersebut semangat untuk mengembangkan batiknya.

Eka menyebutkan, selama kelompoknya membuat kain batik, meskipun belum banyak, dirinya bersama teman temannya sudah berhasil meraup untung hingga kurang lebih dua juta rupiah dari hasil penjualan.
Dan hasil penjualan tersebut sebagian dibagi dan sebagian di gunakan untuk modal.

“Kami berharap ini bisa berjalan terus, dan nantinya kami selain menjual kain batik jadi, juga akan menjual prosesnya. Jadi nanti jika ada pengunjung ataupun wisawatan yang ingin mencoba membatik bisa disini dan hasil dari hasil membatik pengunjung maupun wisatawan tersebut bisa dibawa pulang. Kebetulan disini tempatnya strategis karena berada di pinggir jalan JJLS,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *