Gegara Hujan, Petani Tembakau Ngaku Panen Tak Maksimal

  • Bagikan
IMG 20210809 WA0002
IMG 20210809 WA0002

Purwosari, (kupass.com)–
Sejumlah petani Tembakau di Kabupaten Gunungkidul mengeluhkan panen tanamannya pada tahun ini tak maksimal.
Hal itu terjadi gegara wilayah Gunungkidul seringkali masih dilanda hujan. Kondisi tersebut membuat tanaman Tembakau mengalami kerusakan.

Seperti yang diungkapkan oleh
Petani tembakau asal Padukuhan Ploso, Kalurahan Giritirto, Kapanewon purwosari Dargo (67). Dia mengaku bahwa panen Tembakau tahun ini mengalami penurunan drastis. Cuaca yang tidak menentu menjadi salah satu penyebab utama petani Tembakau tak meraih hasil memuaskan.

“Hujan membuat kualitas tembakau menurun. Selain itu juga terkena serangan hama ulat,”ujarnya.

Menurutnya, dampak buruk lainnya karena cuaca tak menentu para petani juga tak bisa menyimpan tembakau hasil panennya. Hal ini disebutnya akan membuat Tembakau ditumbuhi jamur dan rusak.

“Kualitas panen musim tanam kali ini mengalami penurunan drastis. Harganya juga anjlok,”terangnya.

Dia menambahkan, upaya untuk meminimalisir kerusakan daun tembakau dilakukannya dengan cara penyemprotan pestisida. Namun demikian hal tersebut dinilainya sudah tidak mempan lantaran hama ulat yang telah memakan dedaunan Tembakau.

Baca Juga:  Sub Penyalur BBM Diresmikan Bupati, Penuhi Kebutuhan Nelayan Pelabuhan Sadeng

“Perkiraan hanya panen 1,5 kwintal saja. Padahal kalau musim normal dapat memanen hingga mencapai 3,5 kwintal. Kami hanya bisa pasrah dengan kondisi seperti sekarang ini,”ucapnya.

Rokip, petani tembakau berujar bahwa gegara cuaca para petani tembakau di wilayah kabupaten Gunungkidul juga mengeluhkan banyaknya serbuan tembakau dari pabrik yang telah diberi bumbu atau diberi varian rasa seperti buah – buahan. Karena tembakau tembakau tersebut merusak harga pasaran.

“Kami tidak bisa berbuat banyak. Mudah-mudahan komoditas utama kami bisa bertahan,”harapnya.

Namun sejumlah petani masih beruntung karena mereka memiliki simpanan tembakau lawas di gudang. Tembakau yang telah mereka simpan selama 2 atau tahun terakhir saat ini harga di pasaran cukup bagus. Di mana Per kilogramnya mampu mencapai harga Rp150.000 hingga Rp170.000.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *