Dewan Minta Kebijakan Pertumbuhan Sektoral Ekonomi Gunungkidul Jangan Salah Arah

  • Bagikan
Images (42)
Images (42)

Wonosari, (kupass.com)–Anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul Sugeng Nurmanto meminta Pemda Gunungkidul tidak salah arah dalam mengambil kebijakan pertumbuhan Sektoral Ekonomi. Untuk mendorong perekonomian Gunungkidul sangat dibutuhkan kolaborasi dengan pihak lain dan kebijakan yang tepat untuk.

Secara rinci Sugeng memaparkan bahwa dari data yang ada pada tahun 2020 lalu, Produk Domestik Regionak Bruto (PDRB) Gunungkidul atas dasar harga konstan yakni sebesar 13,513 Trilliun. Sementara total belanja daerah di angka 1,657 Trilliun.

“Hal ini menunjukkan bahwa kontribusi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Gunungkidul dalam perekonomian daerah adalah sebesar 12,2%,”kata anggota Fraksi PAN itu, Selasa (27/04/2021).

Sugeng berujar bahwa dalam mengukur PDRB terdapat 17 parameter sektoral perekonomian yang dijadikan acuan. Dari parameter sektoral tersebut, data mengenai tren perubahan tingkat pertumbuhan dan besaran kontribusi PDRB dari tahun ke tahun harus dicermati.

“Dengan pencermatan sehingga nantinya kebijakan pembangunan ekonomi dapat dirumuskan dengan tepat. Kategori pertumbuhan sektoral perekonomian daerah bisa jadi berubah,”kata Sugeng.

Pemda disebutnya harus responsif dan menghitung serta melakukan pencermatan ulang dimana sektor yang tertinggal, dan sektor mana yang berkembang pesat.

“Dimaba sektor yang maju tapi tertekan dan mana sektor yang maju dan tumbuh pesat. Dengan pencermatan ulang maka akan ada resep yang berbeda tapi tepat bagi pertumbuhan sektoral perekonomian yang mendukung laju pertumbuhan ekonomi daerah,”bebernya.

Baca Juga:  Pakai HP Saat Berkendara Jadi Sasaran Polisi Dalam Operasi Progo 2020

Hal ini disebutnya semakin urgen dengan adanya dampak Pandemi Covid-19 yang berpengaruh negatif terhadap seluruh sektor baik ekonomi, sosial, pendidikan dan budaya. Beberapa sektor perekonomian yang perlu dicermati menurut Sugeng yakni sektor pertanian, industri, administrasi pemerintahan dan jaminan sosial wajib.

“Pencermatan yang tak kalah pentingnya yakni sektor konstruksi, perdagangan besar dan eceran, informasi dan komunikasi maupun sektor jasa pendidikan,”katanya.

Dalam hal susunan PDRB dilihat dari pendekatan pengeluaran, maka untuk mendorong perekonomian Gunungkidul sangat tepat dicetuskan kebijakan dan program yang bersifat afirmatif terhadap penumbuhkembangan dan penggunaan produk lokal.

“Bangga produk lokal, lindungi produk lokal, bela produk lokal, pakai produk lokal dan hal-hal serupa harus digelorakan,”terang Sugeng.

Beberapa kali moment Bupati Sunaryanta disebut Sugeng seringkali mengutarakan tentang pentingnya keberpihakan pada produk lokal. Atas dasar tersebut pihaknya mengapresiasi apa yang disampaikan Bupati

“Tapi saya berpandangan akan lebih berdampak besar apabila itu diimplementasikan dalam kebijakan daerah dan jangan sampai salah arah,”tandasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *