Berkat Hibah Baitul Mall, Padukuhan Cikal Dikukuhkan Jadi Kampung Hortikutura

  • Bagikan
IMG 20210913 154347
IMG 20210913 154347

Ngawen, (kupass.com)–Padukuhan Cikal, Kalurahan Watusigar, Kapanewon Ngawen dikukuhkan Bupati Gunungkidul Sunaryanta menjadi kampung hortikutura, Senim (13/09/2021). Wilayah tersebut menjadi sentra tanaman hortikutura dan buah – buahan setelah sebelumnya mendapatkan dana hibah baitul mall dari BMT Dana Insani Kabupaten Gunungkidul.

Bupati Gunungkidul Sunaryanta berujar, wilayah Padukuhan Cikal diharapkan menjadi embrio dan ditiru para petani di wilayah lain. Sekali panen, kelompok tani di wilayah Cikal dapat memperoleh buah melon sebanyak 150 ton, kacang panjang 100 kg per hari dan buncis 40 kg per hari.

“Prospek hortikutura sangat tinggi dan ini dibutuhkan warga masyarakat. Ini sesuai visi misi saya yakni 3 hal, Pertiwisata
Investasi dan tidak kalah penting adalah ekonomi kerakyatan salah satunya sektor pertanian,”kata Sunaryanta.

Manager Umum BMT Dana Insani Kabupaten Gunungkidul Kurniawan Fahmi menjelaskan, awal mula kebangkitan petani hortikutura di Padukuhan Cikal itu atas pemikiran dan inisiasinya. Dahulu para petani hanya menanam tembakau dan masih terkotak – kotak (tidak menyatu).

Baca Juga:  Bupati Sunaryanta Bakal Integrasikan Mina Padi Kalurahan Pulutan Jadi Wisata Internasional

“Langkah awal kami berikan dana hibah sebesar Rp 25 juta dari baitul mall. Kita inisiasi dan kumpulkan sehingga terbentuk kelompok kampung horti,”terangnya.

Para petani tersebut menggarap lahan seluas 25 hektar yang ditanami jenis tanaman hortikutura.
Kedepan pihaknya bakal membuat pasar komunal yang akan menjual hasil panen petani di suatu titik wilayah Padukuhan tersebut.

“Setiap hari ada panen buncis, kangkung, bayam dan tomat kita jual di khusus di Gunungkidul. Sementara Semangka dan Melon dijual ke Semarang Jawa Tengah dan Yogyakarta,”imbuhnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *