Sejarah Penyebaran Islam di Gunungkidul Tak Lepas Dari Tokoh Yang Satu Ini

  • Bagikan
Lokasi Makam Ki Ageng Giring
Lokasi Makam Ki Ageng Giring

Paliyan, (kupass.com)–Berbicara tentang sejarah penyebaran agama Islam di Yogyakarta tidak lepas dari tokoh yang satu ini, dia adalah Ki Ageng Giring III. Dia merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah berdirinya kerajaan Mataram Islam.

Peran KI Ageng Giring dalam menyebarkan Islam khususnya di Gunungkidul dapat dilihat dari peninggalannya yakni makamnya yang terletak di Padukuhan Sidorejo, Kalurahan Sodo, Kapanewon Paliyan. Selain makam, terdapat sebuah tempat ibadah berupa Masjid bernama Al Huda yang dipercaya dibangun oleh Ki Ageng Giring.

Salah satu tokoh warga masyarakat yang tahu persis sejarah Ki Ageng Giring adalah Bambang menuturkan, dia diutus oleh salah satu Wali Songo yakni Sunan Kalijaga. Ki Ageng Giring III mengemban tugas menyebarkan agama Islam pasca runtuhnya kerajaan Hindu Majapahit ratusan tahun yang lalu.

Dari cerita dalam sejarah disebut Bambang bahwa Ki Ageng Giring hidup dan menetap pada abad XVI di Kalurahan Giring, Kapanewon Paliyan. Wilayah ini terletak sekitar 6 km atau sekitar 15 menit arah barat daya kota Wonosari.

Baca Juga:  Punya Puluhan Jenis, Bapak Kolektor Tak Setuju Keris Dikaitkan Dengan Hal Mistis

Dalam sejarah hidupnya ketika menetap di Gunungkidul, Ki Ageng Giring mengajarkan warga masyarakat bagaimana carannya bertani, menanam pohon kelapa, membuat minuman legen hingga belajar merajut kain.

“Beliau dahulu juga mengajarkan bagaimana mengalirkan air sungai untuk mengairi persawahan,”katanya.

Tentunya, cara mengajari penduduk untuk bekerja pada waktu itu dinilai sangat besar manfaatnya bagi kehidupan penduduk waktu itu. Bambang menceritakan bahwa gelar Ki Ageng merupakan sebuah gelar seseorang tokoh pada waktu sudah purna tugas kenegaraan, atau setelah lengser dari jabatannya (pada masa Kerajaan Mataram).

“Saat masih aktif itu dahulu sebutannya Ki Gede. Selanjutnya setelah tua, jabatan itu dialihterimakan kepada keturuannya dan sebagai sesepuh tokoh itu disebut Ki Ageng,”ucapnya.

Hingga kini, makam tokoh penyebar Islam di Yogyakarta khususnya di Gunungkidul itu masih bisa dilihat. Masjid peninggalan Ki Ageng Giring juga dipergunakan untuk beribadah warga setempat khususnya umat Islam.

Penulis : Mahasiswa Staiyo
– Wijaya Heru Susnato
– Feri Yuda Pratama

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *