IMG 20201118 141051

Ditetapkan Jadi Bangunan Cagar Budaya, Rumah Limasan Ini Ada Sejak Zaman Penjajahan Belanda

Karangmojo, (kupass.com)–Bangunan rumah jenis Limasan di Padukuhan Karanganom II, Kalurahan Ngawis, Kepanewon Karangmojo ini layaknya rumah pada umumnya. Namun siapa sangka ternyata rumah yang tak berpenghuni ini adalah bangunan berusia ratusan tahun dan sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda.

Rumah Limasan Berusia Ratusan Tahun

Rumah Limasan Berusia Ratusan Tahun


Rumah yang sudah ada sebelum Indonesia merdeka itu terlihat masih asli. Bahan bangunan tiang dan dindingnya terbuat dari jati alam, sementara pada atap rumah tersebut terlihat menggunakan genting lawas. Pada sisi halaman depan dan samping rumah ditanami berbagai jenis pepohonan seperti Jambu Mete, Mangga dan Sawo.

Dukuh Karanganom II Triastanto ketika ditemui wartawan kupass.com mengungkapkan bahwa, rumah limasan berusia ratusan tahun itu adalah milik warganya bernama Surami (55). Namun demikian rumah tersebut saat ini dalam keadaan kosong tidak berpenghuni.

“Pemiliknya (Surami) meninggal benerapa hari yang lalu karena sakit infeksi saluran pencernaan. Dia tidak punya Suami dan anak karena belum pernah menikah,”ujar Triastanto.

Baca Juga:  Viral Program PKH Digunakan Oknum Mendukung Paslon Nomor Urut 3, Korkab : PKH Itu Netral

Lantaran tidak mempunyai Suami dan anak, rumah limasan tersebut menjadi hak ahli waris saudaranya. Menurut Triastanto rumah milik Surami kini telah ditetapkan menjadi Bangunan Cagar Budaya (BCB) oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul beberapa tahun lalu.

“Sekitar tahun 1940 rumah itu digunakan menjadi sekolah. Sewanya kono Rp 700. Kalau dibangunnaya tahun kapan yag jelas sebelum Indonesia merdeka, mungkin berusia ratusan tahun, “terangnya.

Lenjut Triastanto, bangunan rumah tersebut oleh ahli waris diserahkan kepada warga masyarakat untuk dirawat dan difungsikan sebagai kegiatan kesenian. Amanah tersebut disampaikan karena ahli waris yang merupakan saudara pemilik rumah tinggal di Kota Yogyakarta.

“Pesan dari ahli waris agar dirawat dan dipergunakan untuk berbagai kegiatan, asalkam tidak merubah bentuknya, “kata Triastanto.

189 views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *