Bagaimana Bisa Terjadi Fenomena Sinkhole Di Gunungkidul?

Gunungkidul, (kupass.com)–Beberapa waktu yang lalu di wilayah Gunungkidul tepatnya di Padukuhan Kwangen Kidul, Pacarejo, Semanu, muncul fenomena sinkhole di area tanah warga. Kejadian inipun kemudian menjadi ramai dibicarakan oleh masyarakat.

Sebenarnya apakah fenomena sinkhole tersebut? Dan mengapa sering terjadi di Gunungkidul?

Sinkhole atau sering disebut “tanah ambles” merupakan peristiwa geologi. Lubang runtuhan itu merupakan cekungan atau depresi di permukaan tanah yang terbentuk akibat runtuhnya lapisan bawah tanah.

Kenapa sering terjadi di Gunungkidul? Ternyata sinkhole merupakan fenomena yang umum terjadi di wilayah dengan kondisi geologo tertentu seperti daerah karst.

Seperti di Gunungkidul, daerah karst adalah wilayah atau tempat dengan jenis batuan di bawah permukaan tanah yang dapat larut secara alami oleh air yang mengalir melaluinya.

Biasanya fenomena sinkhole terjadi saat musim hujan. Karena erosi bawah tanah yang menggerus hingga terbentuk rongga. Sinkhole memiliki diametee dan kedalaman yang bervariasi, mulai dari setengah meter hingga yang luasnya mencapai lebih dari 30 meter.

Sinkhole merupakan fenomena yang berbahaya, karena jika terjadi di kawasan penduduk maka akan mengancam keselamatan, merusak struktur bangunan, jalan dan mengubah pola aliran air tanah serta mengancam ekosistem lokal.

Beberapa negara pernah mengalami fenomena sinkhole diantaranya adalah Malaysia pada 23 Agustus 2024. Dan Korea Selatan yang terjadi pada 29 Agustus 2024 di jalanan kota Seoul dan menelan korban sebuah mobil bersama 2 penumpangnya.

Menurut salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul, Anwarudin, SIP mengatakan bahwa fenomena yang terjadi di Gunungkidul ini harus mendapat perhatian yang serius.

“Harusnya ada kajian atau penelitian yang intens terkait persoalan ini, harus ada kajian dalam setiap pembangunan di masyarakat atau pemerintah, termasuk kondisi wilayah kita harus terpotret jelas sehingga untuk menentukan apapun baik pembangunan serta pencegahan bencana akan lebih tepat” ungkap Anwar.

Masyarakat perlu mewaspadai faktor-faktor bencana yang mungkin terjadi di lingkungan sekitar tempat tinggalnya, dan pemerintah perlu mendorong dilakukannya kajian serta penelitian lebih lanjut mengenai fenomena ini.