Dukung Tumbuh Kembang Anak di Era Digital, Dispussip Gunungkidul Gelar Talkshow Penguatan Literasi Keluarga

WONOSARI (kupass.com) – Upaya menumbuhkan minat baca dan ketahanan karakter anak di tengah derasnya arus disrupsi teknologi terus digencarkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunungkidul (Dispussip Gunungkidul). Momentum tersebut diwujudkan melalui perhelatan Festival Literasi tahunan yang dihelat meriah mulai 16 hingga 20 September 2026.

Agenda pesta literasi terpadu ini menjadi ruang temu inklusif bagi para pegiat literasi, komunitas baca, tenaga pendidik, dan masyarakat luas untuk berinteraksi, berkolaborasi, serta unjuk karya.

Image
Image

Selain menghadirkan pameran bursa buku dari berbagai penerbit nasional terkemuka, festival kali ini tampil lebih istimewa dengan memamerkan aneka produk literasi terapan hasil binaan perpustakaan kalurahan di bawah naungan Dispussip Gunungkidul.

Transformasi Perpustakaan Menuju Aksi Nyata Berbasis Pemberdayaan

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunungkidul, Oneng Windu Wardana, S.Si., M.Si., menegaskan bahwa fungsi perpustakaan modern saat ini telah bertransformasi jauh melampaui sekadar tempat menyimpan dan meminjam buku.

“Paradigma perpustakaan hari ini harus menjadi ruang pemberdayaan masyarakat. Perpustakaan adalah pusat pembelajaran kontekstual yang mendorong pembacanya mengimplementasikan ilmu yang dipelajari menjadi karya dan aksi nyata yang mendongkrak kesejahteraan,” ungkap Windu.

Windu menggarisbawahi urgensi pembumian budaya literasi sejak usia sedini mungkin. Langkah ini dipandang sangat krusial agar generasi muda Bumi Handayani tidak sekadar menjadi konsumen konten pasif, melainkan mampu berpikir kritis dan adaptif di tengah ekosistem digital yang dinamis.

Gelar Talkshow Bersama TBM Kuncup Mekar Saptosari

Guna menjawab tantangan pengasuhan anak di era layar gawai, Dispussip Gunungkidul menggelar agenda talkshow edukatif bertajuk “Membangun Budaya Literasi Sejak Dini di Era Digital”. Agenda ini terselenggara berkat kolaborasi strategis bersama Taman Belajar Masyarakat (TBM) Kuncup Mekar, Kapanewon Saptosari.

Image
Image

Kegiatan yang dipadati oleh perwakilan organisasi masyarakat, pengelola taman bacaan, guru-guru PAUD/SD, serta kalangan orang tua ini membedah strategi penerapan kebiasaan membaca dari unit sosial terkecil, yakni lingkungan keluarga inti.

Melalui diskusi interaktif tersebut, para peserta dibekali panduan praktis dalam mendampingi anak menyaring informasi digital, membangun kebiasaan membaca nyaring (read aloud), serta menciptakan sudut baca yang nyaman di rumah agar anak mencintai buku sebelum mengenal gawai secara berlebihan.