The Cosmological Axis Of Yogyakarta, Mengenal Garis Imajiner Di Jantung Kota Budaya

Kupasstravel (kupass.com) – Yogyakarta semakin mengokohkan kedudukannya sebagai pusat budaya, dengan terus mengembalikan dan merestorasi titik-titik yang memiliki nilai historis tinggi.

The Cosmological Axis Of Yogyakarta, Mengenal Garis Imajiner Di Jantung Kota Budaya - foto utama
Ilustrasi AI: The Cosmological Axis Of Yogyakarta, Mengenal Garis Imajiner Di Jantung Kota Budaya

Dampak dan Perkembangan

Dalam perjalanannya jauh sebelum negara Indonesia lahir, Yogyakarta telah tumbuh menjadi sebuah kekuatan ekonomi, militer dan politik yang kuat di tanah jawa.

The Cosmological Axis Of Yogyakarta, Mengenal Garis Imajiner Di Jantung Kota Budaya - foto pendukung-2
Ilustrasi AI: The Cosmological Axis Of Yogyakarta, Mengenal Garis Imajiner Di Jantung Kota Budaya

Kota yang sering disebut dengan Ngayogyakarta Hadiningrat telah berumur lebih dari 270 tahun, melewati perubahan zaman dan tetap eksis hingga hari ini, bahkan nilai-nilai kehidupannya masih dipegang erat oleh masyarakat.

The Cosmological Axis Of Yogyakarta, Mengenal Garis Imajiner Di Jantung Kota Budaya - foto pendukung-3
Ilustrasi AI: The Cosmological Axis Of Yogyakarta, Mengenal Garis Imajiner Di Jantung Kota Budaya

Salah satu warisan budaya dunia yang diakui oleh Unesco adalah adanya sumbu filosofi, sebuah garis imajiner yang menghubungkan antara gunung Merapi hingga pantai Parangtritis.

Sumbu filosofi membentang sejauh 6 kilometer, dibangun pada masa Sultan Hamengkubuwono I yakni abad ke-18. Sumbu filosofi sendiri memiliki 3 titik utama yakni dari tugu pal putih atau tugu Yogyakarta disisi utara, Kraton di titik tengah dan bangunan panggung Krapyak di sisi selatan.

Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus melakukan sosialisasi mengenai sumbu filosofi ini, yang bermakna ‘Sangkan Paraning Dumadi’.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar tur Jogja Heritage Track, yang mana peserta akan diajak naik bus budaya dan berjalan menyusuri jalur-jalur yang menghubungkan sumbu filosofi.

Rute dimulai dari kantor Dinas Kebudayaan di jalan Cendana kemudian melewati Malioboro kemudian berhenti di titik poin Museum Sonobudoyo, disini peserta akan menyimak sejarah lingga yoni di pelataran museum.

Selanjutnya perjalanan menuju bangunan panggung Krapyak, bangunan berbentuk setengah piramid ini sebelumnya merupakan tempat peristirahatan raja saat berburu, tidak seperti bangunan pada umumnya, panggung Krapyak merupakan bangunan 2 lantai pertama dan memiliki lebar dinding mencapai 130cm.

Tur ini sendiri dapat diikuti secara gratis oleh masyarakat dengan cara memesan tiket secara online melalui situs Dinas Kebudayaan DIY. Namun calon peserta harus bersabar karena antriannya sudah penuh hingga tahun 2027.

Sumbu filosofi sendiri telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh Unesco pada tahun 2023.

Mengapa Ini Penting

Perkembangan ini penting diperhatikan pembaca karena berkaitan langsung dengan the cosmological axis of dan dampaknya bagi masyarakat.

The Cosmological Axis Of Yogyakarta, Mengenal Garis Imajiner Di Jantung Kota Budaya - foto pendukung-4
Ilustrasi AI: The Cosmological Axis Of Yogyakarta, Mengenal Garis Imajiner Di Jantung Kota Budaya