BMT Ummat dan Bank Indonesia Kenalkan Program Lelang Wakaf Produktif, Partisipasi Peningkatan Ekonomi Masyarakat

WONOSARI (kupass.com)—Bank Indonesia bersama BMT Ummat memperkenalkan program lelang wakaf produktif dalam kegiatan gathering yang digelar di Tawarsari, Wonosari, Kamis (25/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 130 peserta yang terdiri atas deposan, penabung, dan muzaki.

Program lelang wakaf itu akan dijalankan melalui platform GG Super Apps sebagai sarana pengelolaan dan penghimpunan wakaf produktif. Dana yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk mengembangkan berbagai unit usaha di sektor peternakan dan pertanian yang hasilnya ditujukan untuk mendukung program sosial kemasyarakatan.

Ketua Pengurus BMT Ummat Sugeng Triyono, mengatakan bahwa konsep wakaf yang ditawarkan bukan hanya berorientasi pada penghimpunan dana, tetapi juga pada pengembangan usaha produktif yang berkelanjutan.

“Melalui lelang wakaf ini, masyarakat dapat berpartisipasi dalam pembangunan usaha produktif yang manfaatnya akan terus bergulir. Hasil usaha nantinya tidak hanya untuk pengembangan aset, tetapi juga untuk kegiatan sosial yang menyentuh masyarakat secara langsung,” kata Sugeng dalam acara tersebut.

Menurut dia, sejumlah unit usaha produktif telah berjalan dan menjadi bagian dari ekosistem yang dikembangkan BMT Ummat. Beberapa di antaranya adalah Airo Air Minum, Gaduh Mendho, dan Green House Melon.

Sugeng menjelaskan, program lelang wakaf berikutnya akan difokuskan pada pengembangan usaha bertajuk Integrated Farming System

Program itu mengintegrasikan sektor peternakan kambing, budidaya hortikultura, serta pengolahan pupuk organik dalam satu kawasan seluas sekitar 2.000 meter persegi.

Ia menilai model usaha terintegrasi tersebut memiliki potensi ekonomi yang besar karena mampu menciptakan keterkaitan antarsektor produksi. 

Limbah peternakan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk, sementara hasil pengolahan pupuk digunakan untuk mendukung produktivitas lahan pertanian hortikultura.

“Konsep Integrated Farming System ini dirancang agar setiap sektor saling mendukung. Dengan demikian, usaha menjadi lebih efisien, produktif, dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Keuntungan yang diperoleh dari unit-unit usaha wakaf tersebut nantinya akan dihimpun dan dialokasikan untuk berbagai kegiatan sosial. Di antaranya berupa pembelian beras yang kemudian dibagikan kepada fakir miskin, kaum dhuafa, serta warga yang membutuhkan.

Melalui program ini, BMT Ummat berharap wakaf tidak hanya dipahami sebagai instrumen ibadah, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan ekonomi umat yang mampu menghasilkan manfaat sosial secara berkelanjutan.

Kegiatan gathering tersebut sekaligus menjadi ajang sosialisasi kepada para deposan, penabung, dan muzaki mengenai peluang keterlibatan masyarakat dalam pengembangan wakaf produktif berbasis usaha yang dikelola secara profesional. Dengan dukungan Bank Indonesia dan partisipasi masyarakat, program ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Kabupaten Gunungkidul

4F0E7DD2 F2E2 45F8 936C 906EAF6B3D78
4F0E7DD2 F2E2 45F8 936C 906EAF6B3D78