WONOSARI (kupass.com) – Pemandangan tak biasa menghiasi simpang lampu merah alun-alun Pemda pada Sabtu sore (07/03/2026). Pasukan seragam merah khas Tapak Suci Gunungkidul turun ke jalan. Namun kali ini, puluhan pendekar tersebut bukan unjuk kebolehan jurus bela diri, melainkan menggelar aksi simpatik membagikan takjil kepada para pengendara yang melintas.
Sebanyak 20 pendekar yang tergabung dalam Pimpinan Daerah (Pimda) 12 Tapak Suci Putera Muhammadiyah Gunungkidul ambil bagian dalam kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WIB ini. Bergerak dari titik kumpul halaman Masjid Agung Al Ikhlas Wonosari, pasukan merah ini langsung menyasar kawasan strategis Titik Nol Wonosari yang tengah padat merayap.
Bela Diri yang Sarat Nilai Religius
Aksi sebar takjil ini merupakan agenda rutin tahunan yang selalu dinanti. Pada Ramadan tahun ini, sebanyak 363 paket hidangan berbuka sukses disalurkan kepada masyarakat.
Ketua Pimda 12 Tapak Suci Gunungkidul, Sudarmaya, menegaskan bahwa perguruan ini tidak sekadar mengajarkan ketangkasan fisik bela diri semata. Tapak Suci sangat kental dengan penanaman nilai-nilai religius sebagai pondasi pembangunan sumber daya manusia yang berkemajuan.
“Jumlah paket takjil yang kami sediakan sebanyak 363 paket. Ini merupakan program rutin Pimda 12 Tapak Suci Putera Muhammadiyah Gunungkidul. Bedanya, jika biasanya hanya dilaksanakan oleh pengurus dan anggota kader, tahun ini kami melibatkan siswa cabang umum dengan total 20 peserta yang turun ke jalan,” terang Darmaya.
Diserbu Warga Sebelum Persiapan Selesai
Darmaya mengaku takjub dengan besarnya antusiasme warga Wonosari. Hal ini terbukti dari banyaknya masyarakat dan pengguna jalan yang rela antre menunggu di lokasi, meskipun tim pendekar baru saja menata persiapan pembagian.
Melalui aksi nyata ini, Darmaya berharap kegiatan sosial tersebut tidak hanya mempertajam kepedulian dan kelembutan hati dari para anggota Tapak Suci, tetapi juga benar-benar membawa manfaat langsung bagi masyarakat yang sedang berpuasa di perjalanan menuju rumah.
