Siapkan relawan tangguh hadapi 2026. Sukses himpun dana kemanusiaan Rp 70 Miliar dan mendapat pengakuan Menkes sebagai relawan lapangan paling siap.
WONOSARI (kupass.com) – Guna mematangkan strategi mitigasi dan kesiapsiagaan relawan menghadapi tantangan tahun 2026, Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) menggelar Rakerda LRB Gunungkidul.

Kegiatan strategis ini dilaksanakan pada Sabtu (24/01/2026) bertempat di Aula PDM Gunungkidul. Agenda ini menjadi langkah awal penyusunan program kerja, sekaligus evaluasi atas kinerja relawan sepanjang tahun 2025.
Mitigasi Jadi Prioritas Utama
Ketua LRB Gunungkidul, H.M. Yogandha Tyasmoko, dalam pengantarnya menekankan bahwa tren kebencanaan, baik di level nasional maupun lokal Gunungkidul, terus meningkat. Hal ini terlihat dari cuaca ekstrem di awal tahun 2026 yang menyebabkan pohon tumbang, longsor, hingga kerusakan rumah.

“Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan kita. Karena respon terbaik terhadap bencana adalah sebelum terjadi bencana (mitigasi),” terang Yogandha.
Tiga program prioritas LRB Gunungkidul atau yang dikenal sebagai MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) telah mendapat apresiasi luas. Fokus utamanya adalah pelatihan kerelawanan, program One Muhammadiyah One Response, dan kesiapsiagaan mitigasi serta respon cepat bekerja sama dengan BPBD.
Jiwa Al Ma’un: Himpun Rp 70 Miliar untuk Bencana
Kiprah MDMC tak hanya jago kandang. Dalam laporannya, Muhammadiyah secara nasional berhasil menghimpun dana fantastis lebih dari Rp 70 Miliar untuk bantuan bencana di Aceh dan Sumatera. Relawan dari Gunungkidul pun turut diterjunkan langsung ke lokasi bencana tersebut.
“Inilah esensi dan jiwa Al Ma’un yang digelorakan oleh K.H. Ahmad Dahlan, agar warga Muhammadiyah bermanfaat seluas-luasnya bagi masyarakat,” lanjut Yogandha.
Apresiasi Menkes dan Pesan Moral
Ketua PDM Gunungkidul yang membina LRB, H. Budhi Harjo, S.H., M.H., turut hadir memberikan motivasi. Kualitas relawan Muhammadiyah bahkan telah diakui secara nasional. Yogandha mengutip pidato Menteri Kesehatan RI yang menyebut relawan Muhammadiyah sebagai relawan lapangan yang paling siap dalam kondisi darurat.
Menutup Rakerda, Yogandha memberikan pesan moral dalam bahasa Jawa yang mendalam bagi para relawan.
“Maka dengan Rakerda ini kita persiapkan diri sebaik-baiknya. Sopo sing gelem tetulung, Gusti Kang Kuoso bakal nulung (Siapa yang mau menolong, Tuhan Yang Maha Kuasa akan menolongnya),” pungkasnya.
