Susuri jejak Bengawan Solo Purba sejauh 13 KM, peserta diajak menikmati fenomena unik dusun yang ‘terlambat pagi dan cepat malam’.
GIRISUBO (kupass.com) – Semangat Milad Muhammadiyah ke-113 terus bergelora di Gunungkidul. Etape ke-7 dari aksi Jalan Kaki (siJaki) 2025 baru saja sukses digelar dengan mengambil rute yang menantang sekaligus memanjakan mata di Kapanewon Girisubo.

Berbeda dengan etape perkotaan, kali ini peserta diajak melintas alam (cross country) menyusuri kawasan legendaris aliran Bengawan Solo Purba.
Taklukkan Medan Berbatu dan Tanah Merah
Rute Etape 7 ini menawarkan pengalaman fisik yang tidak main-main. Peserta memulai perjalanan dari Rest Area Swanayasa di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), kemudian bergerak menuju SD Muhammadiyah Unggulan Al Falah Girisubo.

Sepanjang perjalanan sejauh kurang lebih 13 Kilometer menuju garis finis di Pantai Sadeng, peserta disuguhi pemandangan khas pegunungan sewu. Jalan setapak yang biasa digunakan warga untuk berladang, kontur naik turun bukit, serta hamparan tanah merah yang berpadu dengan batuan karst menjadi teman setia perjalanan.
Mampir di Wotawati: Dusun Unik di Cekungan Purba
Daya tarik utama etape ini adalah saat peserta tiba di meeting point pertama: Dusun Wotawati. Dusun yang terletak di Desa Pucung ini terkenal fenomena alamnya yang unik.

Berada di dasar lembah bekas aliran sungai purba, Wotawati dikenal sebagai dusun di mana “matahari datang terlambat dan tenggelam lebih cepat” karena terhalang tebing tinggi di sisi timur dan baratnya. Di sini, peserta berkesempatan berinteraksi langsung dengan penduduk lokal yang ramah sambil menikmati suasana dusun yang tenang dan asri.
Pengalaman Spiritual dan Fisik yang Berkesan
Salah satu peserta, Triasari, mengungkapkan kekagumannya atas rute yang dipilih panitia. Baginya, lelah berjalan naik turun bukit terbayar lunas dengan pemandangan yang didapatkan.
“Masya Allah sekali, akhirnya bisa datang dan melihat langsung Dusun Wotawati yang telah lama menjadi buah bibir masyarakat Gunungkidul. Hari ini saya benar-benar menyaksikannya sendiri, sungguh pengalaman yang menyenangkan,” ujar Triasari antusias.
Filosofi 113 KM
Aksi siJaki 2025 ini dirancang dengan total jarak tempuh 113 Kilometer, menyimbolkan usia persyarikatan Muhammadiyah tahun ini. Terbagi dalam 9 etape, kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk kesehatan fisik, tetapi juga tadabur alam dan mempererat silaturahmi antarwarga persyarikatan dengan masyarakat luas.
